Duet Ilmiah Matematika dan Kimia

Matematika. Hampir semua orang pernah mendengar kata tersebut. Namun sebenarnya,apakah matematika itu? Mengapa kita sering sekali mendengar kata tersebut? Secara etimologi, kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus,(mathēmatikḗ tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.
Sebenarnya hampir di semua ilmu pasti membutuhkan matematika untuk menghitung, minimal dalam operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Bahkan operasi perhitungan yang paling sederhana tersebut sudah mulai diajarkan pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Namun dalam perkembangannya, matematika tidak bisa hanya berkutat dalam operasi perhitungan sederhana itu saja. Untuk menjawab misteri yang ada di alam ini dibutuhkan perhitungan matematika yang lebih rumit seperti operasi Al-Jabar, Integral, trigonometri, Persamaan Linear, dan sebagainya. 
Penggunaan terkuno matematika adalah di dalam perdagangan, pengukuran tanah, pelukisan, dan pola-pola penenunan dan pencatatan waktu dan tidak pernah berkembang luas hingga tahun 3000 SM ke muka ketika orang Babilonia dan Mesir Kuno mulai menggunakan aritmetika, aljabar, dan geometri untuk penghitungan pajak dan urusan keuangan lainnya, bangunan dan konstruksi, dan astronomi. Pengkajian matematika yang sistematis di dalam kebenarannya sendiri dimulai pada zaman Yunani Kuno antara tahun 600 dan 300 SM. Matematika sejak saat itu segera berkembang luas, dan terdapat interaksi bermanfaat antara matematika dan sains, menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu bentuk interaksi antara matematika dan sains adalah keberadaan matematika dalam ilmu kimia. Matematika dan kimia bergabung untuk menemukan suatu solusi atau pemecahan masalah. Contoh aplikasi matematika dalam kimia antara lain dalam menghitung persamaan rekasi kimia, pembuktian hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, perhitungan pH, dan masih banyak lagi yang lainnya. Contoh lainnya ditemui pada pembuktian hukum kekekalan massa seperti di bawah ini. Teori kekekalan massa oleh ilmuan kimia asal Prancis yang bernama Antonie Lavoisier tahun 1787 berbunyi, “Jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi tidak berubah”. 
Contoh: Sebanyak 2 gram natrium direaksikan dengan gas klorin menghasilkan natrium klorida sebanyak 3.5 gram. Berapakah massa gas klorin yang bereaksi ? 

Jawab:

Na + Cl2 → NaCl 

2gram + ? → 3,5 gram 

Cl2 = 3,5 gram – 2 gram 

       = 1,5 gram 

Masih banyak lagi contoh-contoh aplikasi perhitungan matematika dalam ilmu kimia yang jauh lebih rumit. Namun setidaknya contoh soal di atas dapat memberikan kita gambaran bahwa matematika memang sangat berkaitan dengan ilmu sains yang lainnya seperti kimia dalam hal ini. Tanpa matematika, tidak akan ada penemuan-penemuan seperti sekarang, begitu pula matematika tanpa kimia, hanya akan menjadi permainan angka yang tidak ada artinya. Meskipun dengan operasi yang sangat sederhana dari matematika seperti operasi pengurangan pada contoh diatas, namun dapat menjadikan suatu hukum dasar dalam ilmu sains. Duet ilmiah dua ilmu ini jelas sangat bermanfaat dalam penemuan-penemuan di masa kini dan masa yang akan datang yang pastinya akan terus berkembang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment